Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO - 34
Administrator | 22 Agustus 2019 | 459 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
22 Agustus 2019
459 Kali Dibaca
[KBR|Warita Desa] Siang itu, dari kerumunan orang di pinggir sepetak sawah, tiba-tiba seorang lelaki berlari kencang. Arah larinya tertuju pada seseorang di tengah sawah yang tengah memperagakan gerakan silat.
Perkelahian pun terjadi. Saling pukul tendang, sampai saling banting.Lumpur terpercik kemana-mana. Anehnya, tak ada satupun dari kerumunan orang yang berusaha memisahkan duel maut yang juga menggunakan senjata tajam itu.
Itu bukan perkelahian sungguhan. Perang tanding itu adalah peragaan silek lanyah atau silat lumpur yang menjadi atraksi unggulan di desa wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.
Suasana semakin semarak saat musik mengiringi aksi ini. Orang di belakang peragaan itu adalah Yuliza Zen. Alumni IAIN Batusangkar berusia 26 tahun itu tertantang mengembangkan kampung halamannya menjadi daerah wisata. Tidak mudah buat Lisa meyakinkan para ninik mamak atau tokoh adat untuk menerima desa wisata.
“Karena keinginan yang kuat dari kita bersama khususnya waktu itu anak-anak muda yang mau mengembangkan kampungnya. Akhirnya kita nekat coba ke niniak mamak ke Bundo Kanduang dan mengumpulkan semua elemen masyarakat coba mempresentasikan. Walaupun tidak langsung deal jadi desa wisata karena image pariwisata saat itu akan ada hal-hal negatif,” kata Lisa.
Tak hanya keraguan, cemoohan pun bertubi menimpanya. Butuh waktu berbulan bagi Lisa untuk meyakinkan ninik mamak atau tokoh warga untuk mau mendukung niatnya.
“Awalnya semua meragukan. Masa beneran ini mau dijadikan wisata. Karena kita itu cuma punya begini. Karena mereka tahunya pariwisata itu kayak Danau Maninjau ada danau segala macam itu. Kita cuman ada ini. Kalau untuk penolakan emang ada dari beberapa pihak. Ada yang bilang potong kuping saya kalau jadi desa wisata,” ujarnya.
Amri, salah satu ninik mamak yang bergelar Sultan Maulano Rajo mengungkapkan alasannya. Ia khawatir wisata akan berdampak buruk bagi adat istiadat yang sudah dijaga turun temurun.Kata Amri, ia kemudian menggelar musyawarah untuk menyepakati syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh Lisa sebelum menjadikan Kubu Gadang sebagai Desa Wisata.
“Berembuklah kami yang tua-tua. Apa syarat desa wisata? Pakaian bagaimana? Apa sesuai adat istiadat. Jadi kami ragu kami tua-tua. Seandainya datang orangdari luar negeri kan sering pakai celana pendek,” Amri.
Lisa kemudian menggali dan menelusuri berbagai potensi lokal dengan akar tradisi, seperti makanan tradisional dansilek lanyah.
“Jadi karena waktu itu sedang booming pacu jawi dengan cipratan lumpurnya. Kita coba itu silat ini bisa nggak ya di tempat yang lumpur juga? Jadi kita telusuri cerita-cerita leluhur rupanya mereka mengatakan bahwasanya dulunya ketika panen padi mereka juga ada ada silatnya di lumpur. Jadi kenapa kita nggak angkat cerita itu. Jadi silat lumpur ini salah satu ujian bisa tidak mereka bersilat,” kenang Lisa..
Sejak itu Desa Wisata Kubu Gadang semakin kondang. Pengunjungnya tak hanya wisatawan dari Sumbar, tapi juga dari provinsi lain dan manca negara. Salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru bicara KPK, Yayuk Andriati mengatakan, tradisi itulah yang jadi alasan memilih Desa Wisata Kubu Gadang sebagai tempat berkegiatan pelatihan jurnalisme warga. Sebanyak 30 warga dari berbagai daerah di Sumbar selama tiga hari berlatih melakukan reportase dibimbing jurnalis dari radio, televisi dan cetak.
“Ini maksudnya memang untuk menggali lagi kearifan lokal yang ada di desa ini. Jadi desa ini cukup inovatif. Kami lihat ini bisa menjadi inspirasi untuk daerah-daerah lain dan mengumpulkan teman-teman jurnalis warga untuk lebih bisa mengeksplor daerah ini. Dan melalui produk-produk jurnalistiknya bisa lebih mempromosikan daerah ini dan juga yang lebih penting lagi sebenarnya kami punya kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai anti korupsi,” kata Yayuk.
“Berembuklah kami yang tua-tua. Apa syarat desa wisata? Pakaian bagaimana? Apa sesuai adat istiadat. Jadi kami ragu,” Amri.
- Amri - Ninik Mamak
Setiap bulan desa wisata hasil inisiatif warga itu dikunjungi rata-rata 500 wisatawan. Kunjungan makin tinggi saat musim libur tiba. Banyaknya pengunjung membuatWirajaya Septika Lurah Ekor Lubuk perlu menyiapkan anggaran khusus untuk membantu pengembangan desa.
“Kalau untuk kelurahan itu dukungannya Insyaallah ya tahun besok kita akan menganggarkan rehabilitasi untuk Balai desanya Kubu Gadang ini. Ada juga berupa pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan seni lainnya nantinya untuk di tempat ini,” kata Wirajaya.
Yuliza Zen telah mengembangkan desa wisata ini sejak ia berusia 21 tahun. Ia berharap kehadiran desa wisata ini membuat generasi mudanya tak lagi merantau tapi mau mengembangkan kampung halaman sendiri.
“Kalau bagi saya yang paling penting itu regenerasi. Karena meyakinkan mereka bahwasanya di kampung mereka itu ada suatu berlian nantinya bisa jadi mata pencaharian mereka. Sehingga tidak perlu lagi ke Jakarta keluar untuk mengembangkan potensi mereka. Karena kalau belum bisa memperlihatkan dampaknya, mereka akhirnya harus merantau juga,” ungkapnya.
Link Audio : https://m.kbrprime.id/saga/silek-lanyah-menggali-tradisi-mengundang-wisatawan
Reporter : Ronny Sitanggang
Editor : Friska Kalia
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
333
Populasi
181
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
514
333
Laki-laki
181
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
514
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Arsip Artikel

20.956 Kali
Pusat Bahasa : EYD menjadi PUEBI

5.687 Kali
Tuah Baru Klinthing, Rawa Jembangan Menjadi Berkah Masyarakat Gulurejo

5.117 Kali
Hijaunya Rumput Kolonjono Desa Kita Melebihi Hijaunya Rumput Tetangga

3.887 Kali
Manfaat Buah Kersen ( Talok )

3.753 Kali
Hati Hati MUNTABER Mengintai di Musim Pancaroba
3.306 Kali
LOMBA MEWARNAI DAN MENGGAMBAR POSTER DENGAN TEMA “AKU CINTA ALAM DAN LINGKUNGAN†TINGKAT PAUD, T

2.826 Kali
Lowongan Kerja di PT. Angkasa Pura Property - Bandara YIA KulonProgo
9 Kali
GRATIS.. SELURUH LAYANAN ADMINISTRASI KALURAHAN
42 Kali
KONSULTASI PUBLIK KEGIATAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT KULON PROGO
49 Kali
PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI BULAN FEBRUARI-MARET 2026
83 Kali
Pelatihan Pengolahan Sampah Begi Kelompok Defabel Gulurejo
253 Kali
Sosialisasi Normalisasi Tanggul Sungai Rowojembangan
384 Kali
WIWITAN DAN PANEN RAYA PADI BERSAMA GUBERNUR DIY DAN BUPATI KULON PROGO DI GULUREJO
356 Kali
PENTASYARUFAN BANTUAN BAZNAS UNTUK ROIS GULUREJO
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,366 |
| Kemarin | : | 3,851 |
| Total | : | 227,263 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar