Kalurahan GULUREJO

Kapanewon LENDAH
Kabupaten KULON PROGO - DI Yogyakarta

Artikel

Belajar Saat Pandemi Covid-19, Tujuh Tips Mendikbud bagi Para Pengajar

Wahyu Widayat, ST

27 Mei 2020

436 Kali Dibaca

Belajar Saat Pandemi Covid-19, Tujuh Tips Mendikbud bagi Para Pengajar

 

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia memaksa orang untuk berdiam di rumah sehingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, termasuk menuntut ilmu ke sekolah bagi para murid. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus dilakukan dengan cara inovatif, salah satunya dengan melakukan proses belajar mengajar secara online

Pembelajaran online merupakan hal baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar murid, guru maupun orang tua. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, memberikan tujuh tips bagi pengajar baik guru maupun orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini.

Tips yang pertama dan ini yang terpenting, yaitu jangan stres,” ujar Mendikbud dalam video kanal YouTube yang disiarkan bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional 2020, Sabtu. 2 Mei 2020.  

Nadiem mengakui bahwa saat krisis ini merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Banyak guru, orang tua, atau murid yang masih belum familier terhadap teknologi. “Pasti tidak mudah dan ini normal,” ujarnya.

Namun cara terbaik, menurut Nadiem, adalah terus belajar hal baru dan mempelajari bagaimana metode yang terbaik.

Tips kedua yang bisa dicoba oleh para guru adalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. 

Menteri mengatakan pembagian kelompok belajar tersebut bisa didasarkan atas kompetensi yang sama. Tidak semua murid memiliki kemampuan yang sebanding. Ada murid yang unggul di satu bidang, namun belum tentu  unggul di bidang lain. “Jadi, setiap kelompok belajar fokus pada topik yang paling menyulitkan atau topik yang paling menarik bagi mereka,” ujarnya.

Tips ketiga yang dipaparkan Menteri adalah guru bisa mencoba project based learning. Ia memaparkan bahwa dengan pembagian kelas menjadi kelompok yang lebih kecil, para pengajar bisa memberikan proyek penugasan kepada masing-masing kelompok murid. 

“Ini  menciptakan satu tantangan dan kolaborasi. Murid akan dipaksa untuk bekerja sama, yang akan melatih empati dan kemampuan mendorong sesama mereka,” kata Menteri.

Nadiem dalam hal ini juga meminta agar para pengajar tidak meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya. Menurut Nadiem, jika mereka saling bergantung pasti guru dan orang tua terkejut melihat level motivasi anak didik yang meningkat.

Yang keempat, “Alokasikan lebih banyak waktu bagi murid yang tertinggal,” ujar Mendikbud. Ini mungkin merupakan kesempatan untuk memberikan fokus kepada murid yang tertinggal, sehingga mereka akan lebih percaya diri saat bergabung di kelas nantinya ketika wabah Covid-19 sudah berakhir. 

Untuk para orang tua, ini juga kesempatan emas untuk memahami dan membantu anak menghadapi tantangan dalam pembelajaran di kelas. 

Jangan Kejar Tayang

Tips kelima yang dipaparkan Nadiem adalah agar para pengajar fokus pada apa yang terpenting. “Kalau kita mau mengerjakan semua kejar tayang silabus saja, pasti akan sub-optimal dan tidak akan efektif,” katanya.

Oleh karena itu, ini saatnya bereksperimen dengan alokasi waktu. Ketimbang mengejar target untuk seluruh topik, pengajar bisa menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murud untuk bisa sukses di berbagai mata pelajaran. “Contohnya seperti literasi, numerasi, dan pendidikan karakter,” kata Menteri.

“Tips keenam adalah sering ‘menyontek’ antar guru,” ujar Nadiem. Ia menjelaskan bahwa seperti halnya murid, ada guru yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat dalam beradaptasi dengan teknologi. 

“Jangan ragu untuk meminta pertolongan dari guru lain, jangan ragu untuk meminta best practice dari guru lain,” ujarnya.

Nadiem mengimbau kepada guru-guru yang telah lebih menguasai teknologi, untuk mengajak guru-guru lain untuk masuk dalam kelas virtual. Dengan demikian, guru bisa melihat dan menginspirasi dalam memberikan pelajaran kepada murid. 

Dan inilah tips terakhir. “Have fun,” ujar Nadiem. Ia mengatakan bahwa mengajar memang tidak mudah. “Tapi siapa bilang harus membosankan?” katanya lagi.

Para pengajar, pasti mengetahui yang terbaik untuk para murid. Saat ini adalah waktunya bagi para pengajar untuk mendengarkan insting sebagai guru dan orang tua bukan mengikuti proses seadanya.

“Seperti halnya murid, inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,” ucap Nadiem. 

Arti Purwasari (46), guru SDN Mekarsari  01 Tambun Selatan, Bekasi mengatakan  sejak pertengahan Maret 2020 kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Pihaknya sebagai pengajar, dengan berbagai cara dan metode berusaha tetap mentransfer ilmu kepada anak didik. Namun ia mengakui ada berbagai tantangan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi krisis Covid-19 ini.

Meski demikian, ia optimistis, bahwa hal ini merupakan proses untuk menjadi lebih baik, seperti yang dikatakan Mendikbud. Ia berharap agar orangtua tetap menyisihkan waktu untuk sang anak. “Untuk guru, mungkin harus mengembangkan diri dalam teknologi agar anak didiknya tetap mendapatkan pelajaran selayaknya di kelas,” ujar Arti. (*)

 

Oleh: Tempo.co

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Statistik Desa

Aparatur Kalurahan

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Kalurahan GULUREJO

Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO, 34

Galeri Video

Agenda

Belum ada agenda terdata

Sinergi Program

Komentar

Ari Wibowo

05 Juli 2022 09:48:15

Maju terus batiknya Gulurej0...

Cahyo Wawan Riyadi

03 Februari 2021 06:46:15

Daftar lowongan kerja...

SUDIYONO

01 Februari 2021 20:31:54

Semoga Kal.Gulurejo selalu Jaya.Amiin...

Nazira

27 November 2020 14:25:42

Apakah ada perekrutan staff bandara??...

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:2,366
Kemarin:3,851
Total:227,263
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:192.168.64.23
Browser:Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBK 2026 Pelaksanaan

APBK 2026 Pendapatan

APBK 2026 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Kalurahan

Latitude:-7.912138805707333
Longitude:110.26248574242346

Kalurahan GULUREJO, Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO - DI Yogyakarta

Buka Peta

Wilayah Kalurahan