Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO - 34
Administrator | 27 Mei 2020 | 444 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
27 Mei 2020
444 Kali Dibaca
Menkominfo: Tingkatkan Gotong Royong Hadapi Normal Baru
Petugas keamanan mencuci tangan di fasilitas umum yang disediakan di Setiabudi, Jakarta, Sabtu (16/5/2020). Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi kehidupan normal yang baru (New Normal) di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan COVID-19 sehingga protokol kesehatan akan terus diterapkan secara ketat dalam waktu mendatang. - (antarafoto) Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pandemi Covid-19 telah memiliki implikasi pada aspek ekonomi dan sosial. Oleh katena itu, prinsip-prinsip subsidiaritas kegotongroyongan perlu dibangun.
"Itu aspek lain karena dampak Covid-19 tidak saja kesehatan tapi juga berdampak pada masalah non-kesehatan. Indonesia punya modal besar di situ. Apa itu? Modal besarnya adalah kegotongroyongan," paparnya ketika berbincang khusus bersama pewarta RRI Pro 3 dan RRI NET dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (20/05/2020).
Menurut Menteri Kominfo, saat ini pemerintah dan WHO (Badan Kesehatan Dunia di PBB) sudah mengatur bagaimana kita untuk hidup normal dengan Covid-19 baik dari sisi medis dan non-medis
“Pertama jaga jarak (physical distancing), yang kedua gunakan masker, yang ketiga cuci tangan dan mengikuti protokol-protokol lain yang ditetapkan oleh pemerintah. Itulah the new normal dari sisi kesehatan,” ungkapnya.
Hal yang kedua, dari sisi non-medis, dengan cara menerapkan prinsip saling bantu antarelemen masyarakat. “Di situlah prinsip-prinsip solidaritas, prinsip-prinsip subsidiaritas kita saling membantu, saling memberikan subsidi, jangan tunggu pemerintah saja tapi juga oleh kita sebagai anggota masyarakat,” jelasnya.
Dalam perbincangan yang disiarkan secara Live kepada pendengar dan pemirsa RRI, Menteri Johnny menyampaikan, pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat mempunyai tugas yang sama menjaga agar masyarakat agar selamat dari pandemi Covid-19 serta menjaga ekonomi dan kehidupan keseharian masyarakat tetap terjaga. “Jadi rakyat betul-betul diberi payung dari sisi medis dan non medis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Johnny mengatakan, pada Rapat Kabinet pagi tadi, Presiden Joko Widodo secara sungguh-sungguh mengambil langkah-langkah termasuk untuk memberikan proteksi dan perlindungan berupa jaminan sosial bagi kehidupan masyarakat yang mendapat tekanan besar.
"Juga turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah saling membantu, terima kasih juga kepada panitia zakat, atas bantuan-bantuan masyarakat itu diberikan, disalurkan, untuk saling membantu. Sekarang banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, gagalnya usaha dan seterusnya. Oleh karenanya, marilah kita bangun kekuatan bersama, kita lawan itu Covid-19,” pinta Menteri Johnny.
Tiga Tantangan Kominfo
Dalam perbincangan, Menteri Kominfo menguraikan tiga tantangan terberat lembaga yang dipimpinnya agar bisa melewati pandemi Covid-19 sekaligus mempersiapkan era normal baru.
“Pertama, kita harus secara cepat menggelar infrastruktur bersama-sama dengan mitra kerja operator seluler dan seterusnya, tapi ada bagian juga yang harus tersedia melalui porsi APBN,” ujarnya.
Hal kedua, menurut Menteri Johnny, ada tantangan perubahan konfigurasi penggunaan internet. Menteri Kominfo menyebutkan sebelum pandemi Covid-19 internet banyak dipakai di gedung-gedung, di kantor kantor, di sekolah-sekolah, di tempat-tempat umum, tetapi pada saat Covid-19 justru dia berubah penggunaan traffic-nya ada di perumahan, pemukiman, real estate.
"Karena orang tinggal di rumah sehingga tantangan jangka pendeknya harus melakukan mobilisasi dan menyediakan infrastruktur di situ," ungkapnya.
Adapun tantangan yang ketiga, menurut Menteri Johnny sebetulnya dari waktu ke waktu terkait Covid-19 yakni cara kita hidup. “New normal menuntut kita harus hidup dengan Covid-19. Seperti virus influenza yang terjadi di Spanyol dulu di awal abad 20 sampai sekarang kan tetap ada, namun begitu ada obatnya kita bisa hidup dengan influenza dengan aman,” terangnya.
Demikian halnya Covid-19, Menteri Johnny menyatakan, sampai saat ini belum ada atau belum ditemukan obatnya, masih di dalam laboratorium uji coba.
“Kita harapkan segera ada, tetapi kita tidak bisa tunggu obat itu ada. Begitu juga dengan virus TBC misalnya, sampai sekarang masih ada tapi karena sudah ada obatnya masyarakat bisa hidup dengan penyakit itu tanpa dia tertular,” kata Menteri Johnny. (hm.ys)
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
333
Populasi
181
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
514
333
Laki-laki
181
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
514
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Arsip Artikel

20.956 Kali
Pusat Bahasa : EYD menjadi PUEBI

5.687 Kali
Tuah Baru Klinthing, Rawa Jembangan Menjadi Berkah Masyarakat Gulurejo

5.117 Kali
Hijaunya Rumput Kolonjono Desa Kita Melebihi Hijaunya Rumput Tetangga

3.887 Kali
Manfaat Buah Kersen ( Talok )

3.753 Kali
Hati Hati MUNTABER Mengintai di Musim Pancaroba
3.306 Kali
LOMBA MEWARNAI DAN MENGGAMBAR POSTER DENGAN TEMA “AKU CINTA ALAM DAN LINGKUNGAN†TINGKAT PAUD, T

2.826 Kali
Lowongan Kerja di PT. Angkasa Pura Property - Bandara YIA KulonProgo
9 Kali
GRATIS.. SELURUH LAYANAN ADMINISTRASI KALURAHAN
42 Kali
KONSULTASI PUBLIK KEGIATAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT KULON PROGO
49 Kali
PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI BULAN FEBRUARI-MARET 2026
83 Kali
Pelatihan Pengolahan Sampah Begi Kelompok Defabel Gulurejo
253 Kali
Sosialisasi Normalisasi Tanggul Sungai Rowojembangan
384 Kali
WIWITAN DAN PANEN RAYA PADI BERSAMA GUBERNUR DIY DAN BUPATI KULON PROGO DI GULUREJO
356 Kali
PENTASYARUFAN BANTUAN BAZNAS UNTUK ROIS GULUREJO
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,341 |
| Kemarin | : | 3,851 |
| Total | : | 227,238 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar