---- G U L U R E J O G U M R E G A H ---- Silahkan Kunjungi Website Kalurahan Gulurejo --- Silahkan Komentar pada kolom yang tersedia ---

Artikel

Film Bumi Manusia yang sangat

19 Agustus 2019 08:54:25  Administrator  178 Kali Dibaca  Berita Desa

[KBR|Warita Desa] Kalau ditelusuri sejarahnya, novel Bumi Manusia (1980) adalah karya yang "berbahaya".

Penulisnya, Pramoedya Ananta Toer, pernah menjadi tahanan politik rezim Orde Baru selama belasan tahun karena dituduh terlibat gerakan "kiri". Pram pun menulis novel-novelnya dari dalam penjara ketika ia dibuang ke Pulau Buru.

Tak lama setelah terbit, novel Bumi Manusia (1980) dilarang beredar karena dianggap menyebarkan paham komunis, ideologi terlarang.

Novel Pram dituding menggambarkan pertentangan kelas sosial dengan vulgar, hingga dikhawatirkan bisa memantik perpecahan. Novelnya juga berisi kritik keras terhadap feodalisme, yang mengakar kuat di lembaga-lembaga kekuasaan dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, aura "berbahaya" itu nyaris tak tampak dalam film Bumi Manusia (2019) besutan sutradara Hanung Bramantyo.

Malahan, film adaptasinya ini terkesan begitu "membumi", dalam artian terasa hidup, penuh warna-warni, serta dekat dengan hidup keseharian kita.

Bumi Manusia (2019) tayang perdana pada 15 Agustus 2019 di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini diberi nyawa oleh aktor-aktris lintas generasi seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Donny Damara, dan sederet nama lainnya.


Menyajikan Realita Kelam dengan Ramah

Meski mengangkat latar kehidupan tanah Jawa akhir abad ke-18, film Bumi Manusia (2019) menyajikan imaji-imaji yang berwarna cerah dan menyegarkan.

Berbagai realita kelam seperti penjajahan, perbudakan, pelacuran, pelecehan seksual, penindasan atas nama hukum, bahkan pembunuhan, disajikan dengan cukup "ramah" hingga tak menimbulkan syok atau ngeri berlebih pada penonton.

Film Bumi Manusia (2019) apik merangkai sejarah gelap kolonialisme itu dengan kisah cinta yang manis, dan selipan-selipan komedi sederhana yang terasa hangat dan jujur.

Selama tiga jam durasinya, penonton disuguhi susunan adegan dan dialog yang memancing tawa, haru, kesal, bahkan membuat kita bertanya-tanya apa artinya jadi manusia merdeka.

Setelah film selesai, penonton juga bisa membawa pulang banyak kutipan dialog yang indah, sarat makna, namun seringkali problematis. Saya sendiri bawa satu untuk oleh-oleh:

"Mas, kita pernah bahagia. Sudah, ingat itu saja." - Annelies Mellema

Oleh : Adi Ahdiat
Editor : Agus Lukman

https://m.kbr.id/intermezzo/08-2019/film_bumi_manusia_yang_sangat__membumi_/100213.html

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Kalurahan

Pendapat Anda Tentang Pelayanan Gulurejo

Arsip Artikel

04 Maret 2019 | 96.888 Kali
Profil Wilayah Kalurahan
04 Maret 2019 | 96.856 Kali
Pamong Kalurahan
04 Maret 2019 | 96.851 Kali
Profil Kondisi Kalurahan
04 Maret 2019 | 96.847 Kali
Profil
04 Maret 2019 | 96.839 Kali
LPMD GULUREJO
04 Maret 2019 | 96.830 Kali
Data Kalurahan
04 Maret 2019 | 96.829 Kali
Visi Misi

Sinergi Program

Kapanewon Lendah
Kominfo
Disnakertrans
Pelayanan Gulurejo

Agenda

Belum ada agenda

Wilayah Kalurahan

Peta Desa

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Kalurahan


Kantor Desa
Alamat : Mendiro, Gulurejo, Lendah
Kalurahan : GULUREJO
Kapanewon : LENDAH
Kabupaten : KULON PROGO
Kodepos : 55663
Telepon : 02742890325
Email : pem.desa.gulurejo@gmail.com

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:355
    Kemarin:425
    Total Pengunjung:56.506
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.238.204.167
    Browser:Tidak ditemukan