Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO - 34
Wahyu Widayat, ST | 27 Mei 2020 | 449 Kali Dibaca
Artikel
Wahyu Widayat, ST
27 Mei 2020
449 Kali Dibaca
Belajar Saat Pandemi Covid-19, Tujuh Tips Mendikbud bagi Para Pengajar
Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia memaksa orang untuk berdiam di rumah sehingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, termasuk menuntut ilmu ke sekolah bagi para murid. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus dilakukan dengan cara inovatif, salah satunya dengan melakukan proses belajar mengajar secara online.
Pembelajaran online merupakan hal baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar murid, guru maupun orang tua. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, memberikan tujuh tips bagi pengajar baik guru maupun orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini.
“Tips yang pertama dan ini yang terpenting, yaitu jangan stres,” ujar Mendikbud dalam video kanal YouTube yang disiarkan bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional 2020, Sabtu. 2 Mei 2020.
Nadiem mengakui bahwa saat krisis ini merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Banyak guru, orang tua, atau murid yang masih belum familier terhadap teknologi. “Pasti tidak mudah dan ini normal,” ujarnya.
Namun cara terbaik, menurut Nadiem, adalah terus belajar hal baru dan mempelajari bagaimana metode yang terbaik.
Tips kedua yang bisa dicoba oleh para guru adalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil.
Menteri mengatakan pembagian kelompok belajar tersebut bisa didasarkan atas kompetensi yang sama. Tidak semua murid memiliki kemampuan yang sebanding. Ada murid yang unggul di satu bidang, namun belum tentu unggul di bidang lain. “Jadi, setiap kelompok belajar fokus pada topik yang paling menyulitkan atau topik yang paling menarik bagi mereka,” ujarnya.
Tips ketiga yang dipaparkan Menteri adalah guru bisa mencoba project based learning. Ia memaparkan bahwa dengan pembagian kelas menjadi kelompok yang lebih kecil, para pengajar bisa memberikan proyek penugasan kepada masing-masing kelompok murid.
“Ini menciptakan satu tantangan dan kolaborasi. Murid akan dipaksa untuk bekerja sama, yang akan melatih empati dan kemampuan mendorong sesama mereka,” kata Menteri.
Nadiem dalam hal ini juga meminta agar para pengajar tidak meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya. Menurut Nadiem, jika mereka saling bergantung pasti guru dan orang tua terkejut melihat level motivasi anak didik yang meningkat.
Yang keempat, “Alokasikan lebih banyak waktu bagi murid yang tertinggal,” ujar Mendikbud. Ini mungkin merupakan kesempatan untuk memberikan fokus kepada murid yang tertinggal, sehingga mereka akan lebih percaya diri saat bergabung di kelas nantinya ketika wabah Covid-19 sudah berakhir.
Untuk para orang tua, ini juga kesempatan emas untuk memahami dan membantu anak menghadapi tantangan dalam pembelajaran di kelas.
Jangan Kejar Tayang
Tips kelima yang dipaparkan Nadiem adalah agar para pengajar fokus pada apa yang terpenting. “Kalau kita mau mengerjakan semua kejar tayang silabus saja, pasti akan sub-optimal dan tidak akan efektif,” katanya.
Oleh karena itu, ini saatnya bereksperimen dengan alokasi waktu. Ketimbang mengejar target untuk seluruh topik, pengajar bisa menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murud untuk bisa sukses di berbagai mata pelajaran. “Contohnya seperti literasi, numerasi, dan pendidikan karakter,” kata Menteri.
“Tips keenam adalah sering ‘menyontek’ antar guru,” ujar Nadiem. Ia menjelaskan bahwa seperti halnya murid, ada guru yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat dalam beradaptasi dengan teknologi.
“Jangan ragu untuk meminta pertolongan dari guru lain, jangan ragu untuk meminta best practice dari guru lain,” ujarnya.
Nadiem mengimbau kepada guru-guru yang telah lebih menguasai teknologi, untuk mengajak guru-guru lain untuk masuk dalam kelas virtual. Dengan demikian, guru bisa melihat dan menginspirasi dalam memberikan pelajaran kepada murid.
Dan inilah tips terakhir. “Have fun,” ujar Nadiem. Ia mengatakan bahwa mengajar memang tidak mudah. “Tapi siapa bilang harus membosankan?” katanya lagi.
Para pengajar, pasti mengetahui yang terbaik untuk para murid. Saat ini adalah waktunya bagi para pengajar untuk mendengarkan insting sebagai guru dan orang tua bukan mengikuti proses seadanya.
“Seperti halnya murid, inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,” ucap Nadiem.
Arti Purwasari (46), guru SDN Mekarsari 01 Tambun Selatan, Bekasi mengatakan sejak pertengahan Maret 2020 kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Pihaknya sebagai pengajar, dengan berbagai cara dan metode berusaha tetap mentransfer ilmu kepada anak didik. Namun ia mengakui ada berbagai tantangan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi krisis Covid-19 ini.
Meski demikian, ia optimistis, bahwa hal ini merupakan proses untuk menjadi lebih baik, seperti yang dikatakan Mendikbud. Ia berharap agar orangtua tetap menyisihkan waktu untuk sang anak. “Untuk guru, mungkin harus mengembangkan diri dalam teknologi agar anak didiknya tetap mendapatkan pelajaran selayaknya di kelas,” ujar Arti. (*)
Oleh: Tempo.co
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
333
Populasi
181
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
514
333
Laki-laki
181
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
514
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Carik
WAHYU WIDAYAT ST
Panata Laksana sarta Pangripta
SUMARAH
Danarta
NAZAMUDIN ARIF
Jagabaya
JOKO ENDARTO
Kamituwa
DIDIK FIANTA, S PT
Dukuh
WIDADA
Dukuh
TEGUH
Dukuh
ARIF SUSENO
Dukuh
SUGIYEM
Dukuh
PANGGIH
Dukuh
SUMIYEM
Dukuh
SUKIYANI
Dukuh
NANANG KUSTYANTO
Dukuh
SULISANTORO
Kalurahan GULUREJO
Kapanewon LENDAH, Kabupaten KULON PROGO, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Arsip Artikel

20.999 Kali
Pusat Bahasa : EYD menjadi PUEBI

5.786 Kali
Tuah Baru Klinthing, Rawa Jembangan Menjadi Berkah Masyarakat Gulurejo

5.131 Kali
Hijaunya Rumput Kolonjono Desa Kita Melebihi Hijaunya Rumput Tetangga

3.901 Kali
Manfaat Buah Kersen ( Talok )

3.798 Kali
Hati Hati MUNTABER Mengintai di Musim Pancaroba
3.336 Kali
LOMBA MEWARNAI DAN MENGGAMBAR POSTER DENGAN TEMA “AKU CINTA ALAM DAN LINGKUNGAN†TINGKAT PAUD, T

2.905 Kali
Lowongan Kerja di PT. Angkasa Pura Property - Bandara YIA KulonProgo
19 Kali
SOSIALISASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DAN UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
17 Kali
PELATIHAN PMBA GULUREJO
23 Kali
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah
33 Kali
REMBUG STUNTING KALURAHAN GULUREJO
24 Kali
SOSIALISASI PEMASANGAN PAM SEKOLAH RAKYAT
29 Kali
GRATIS.. SELURUH LAYANAN ADMINISTRASI KALURAHAN
60 Kali
KONSULTASI PUBLIK KEGIATAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT KULON PROGO
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 947 |
| Kemarin | : | 3,712 |
| Total | : | 325,912 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar